Sunday, 3 July 2016

Mengenang Pemain di era kejayaan SERIE-A Italia "Alessandro Del piero"



Mengenang para Pemain di era Kejayaan SERIE-A Italia

 (Alessandro Del Piero)

serie-A

Sepakbola dan kefanatikannya tak pernah terpisahkan. Olahraga yang paling mentereng seantero bumi ini meninggalkan banyak cerita dan kisah bagi setiap insan pelakunya. Tak terkecuali di Italia, yang memiliki kompetisi sepakbola dengan julukan Serie-A.Serie-a merupakan kasta liga tertinggi di negeri pizza.  Serie-a pernah mengalami kejayaan pada masanya. Masa dimana pemain sepakbola top dunia berkumpul dan bermimpi bermain di liga Italia.
Siapa yang tidak kenal AC Milan, Juventus, Inter Milan, AS. Roma, Fiorentina, S.S Lazio, Napoli, dan klub-klub top lainya. Di era 90-an klub-klub tersebut sangat familiar di telinga pecinta sepakbola Indonesia. Begitu juga dengan pemain-pemain yang berkecimpung di sepakbola Italia.  Alessandro Del Piero, Francesco Totti, Gianluigi buffon, Crhistian Vieri, Francesco toldo, Alessandro Nesta, Paolo Maldini, Batistuta, Kaka, mereka adalah  sederet bintang yang pernah menghiasi panggung Serie-A pada masa jayanya. Semua nama tersebut hanya sebagian nama yang menjadi pujaan di era keemasan Serie-A.
Pamor Serie-A seakan hilang sejak merebaknya skandal calciopoli yang melibatkan beberapa klub besar Serie-A. Kebesaran klub dan para pemainnya secara perlahan meredup, dan serie-a menjadi liga yang kurang bermutu lagi dikalangan pecinta sepakbola. Namun, dibalik itu semua sejarah telah mengukir Serie-A pernah menjadi kompetisi sepakbola yang sangat dicintai seluruh masyarakat dunia dan melahirkan banyak pemain-pemain top.
Sejenak marilah kita  mengingatkan kembali memori kita pada momentum kejayaan para pemain Serie-A, dengan mengulas habis para idola Serie-A di masa keemasanya.

1.      Alessandro Del Piero

Del Piero

 

Alessandro del piero merupakan pemain yang sangat dicintai para juventini hingga sekarang. Dia adalah legenda hidup dari juventus. Del piero membela juventus dari 1997—2012, dia merupakan top skor juventus sepanjang masa. Sosok pemakai nomor punggung 10 ini dikenal sangat loyal pada klub. Pada masa keemasanya banyak tawaran dari klub besar eropa untuk meminangnya, tapi kecintaanya pada juventus tak membuatnya pergi. Del piero merupakan legenda hidup dari kejayaan si nyonya tua (julukan dari juventus) gelar Serie-A maupun liga champions telah dipersembahkanya untuk juventus. Para juventini pasti tidak akan lupa dengan free kick ala alessandro del piero serta dribble bola yang mengagumkan. 

The Best Goal Alessandro Del Piero

 

Pada masa jayanya del piero memiliki partner yang sangat hebat dalam klub dan khususnya di lini depan, pernah bermain dengan zinedine zidane dan filipo inzaghi di lini depan juventus, kemudian kombinasi yang sangat mengagumkan di lini depan dengan David Trezeguet dan Pavel Nedved. Kombinasi trisula David Trezeguet, Del Piero dan Pavel Nedved merupakan trisula mematikan pada masanya. Trisula ini yang membawa juventus melaju ke babak final champions pada 2003. Tiga pemain yang memiliki kemampuan dan karakter berbeda. David Trezeguet jago dalam bola-bola udara, sangat menghibur dan menyenangkan ketika meilhat pemain ini membuat gol dengan kepala serasa seperti magic. Kemudian alessandro Del Piero raja dribble yang memiliki kemampuan mencetak gol diatas rata-rata. Terakhir Pavel Nedved adalah tokoh sepakbola yang sangat cerdik dalam memberikan assist dan canon ballnya merupakan mimpi buruk untuk  semua kiper yang melawan juventus kala itu. Melalui trisula ini nama Alessandro melambung dan semakin menjadi pujaan para juventini.
 Kasus calciopoli pada tahun 2016 merupakan masa terburuk bagi juventus. Si nyonya besar harus terdegradasi ke Serie-B (kasta kedua liga italia), dan gelar juara pada tahun itu harus dicabut dan diberikan kepada rivalnya Inter Milan. Namun, Del Piero menunjukkan loyalitasnya pada klub, dia tidak hengkang dari juventus meski tawaran bermain di klub-klub besar datang untuknya. Sosok yang tidak hanya mencintai sepakbola dari segi popularitasnya tetapi juga loyalitas terhadap klub yang dibelanya. Dialah alessandro del piero pemilik mutlak nomor punggung 10 juventus. Rasa cintanya tak pernah lenyap meski pada tahun 2012 dia harus meninggalkan juventus dan bermain di liga Australia. Pangeran dari juventus ini masih banyak dicintai para juventini hingga sekarang.

Saturday, 2 July 2016

Ryan Giggs Pergi Dari Manchester United

Ryan Giggs Hengkang " Leave To Manchester United"

Ryan Giggs Leave To Manchester United
Ryan Giggs     

Ryan Giggs Pergi dari Manchester?

Setelah kedatangan Jose Mourinho, nasib Ryan giggs selalu menjadi pemberitaan media massa sepakbola terutama tentang nasibnya di manchester united sebagai asisten pelatih. Banyak diketahui bahwa hubungan keduanya antara Jose dan Giggs dikabarkan kurang baikatau  tidak begitu baik. Bagaiakan dua sisi mata uang, Ryan Giggs adalah salah satu legenda hidup dari kejayaan Manchester United dibawah Manajer Sir Alex Ferguson yang begitu sukses dengan berbagai trophi bagi setan merah . Kemudian,setelah pensiun  Ryan Giggs menjadi asisten pelatih pada masa David Moyes dan Luis Van Gaal. Ryan Giggs sempat menjadi pelatih dalam sepeninggal David Moyes yang gagal membuat United menjadi klub yang garang.

Dilema Ryan Giggs Pergi dari Manchester United

Dilema dihadapi Ryan Giggs, Nasibnya dipertaruhkan di Manchester United. Jika Ryan Giggs
tetap tinggal di Manchester dia akan menjadi asisten dari Jose Mourinho yang menjadi pelatih kepala,
atau pergi Dari Kota Manchester dan mencari klub lainuntuk menjadi pelatih kepala. 

dan akhirnya Ryan Giggs pergi dari Manchester United


Ryan Giggs telah memilih, dia harus pergi dari Manchester dan mencari klub lain sebagai pelatih.
Banyak yang menyayangkan Giggs pergi dari
Manchester tetapi ini juga akan baik bagi kariernya. karena Giggs telah cukup menjadi asisten pelatih dan kini harus memikirkan masa depannya untuk menjadi pelatih yang hebat kelak.

Kita bisa ambil contoh zinedine Zidane yang kini sukses menukangi Real Madrid.
Karena banyak pemain dalam era Ryan Giggs kini menjadi pelatih sukses.
selain Zinedine Zidane ada Simione yang sukses dengan Atletico,
Vincenzo Montella yang tahun ini membesut AC. Milan.

Semoga kelak Ryan Giggs bisa kembali ke manchester dengan kebesaran namanya sebagai pelatih hebat.
Thanks for Ryan Giggs, dan kenangan buat Manchester United.